KONSEP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN (MARTATI)

KONSEP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN


PENDAHULUAN
     Sebelumnya pada modul pertama yang sudah Anda pelajari, telah diuraikan mengenai media pendidikan dalam proses pembelajaran. Secara rinci telah dikemukakan bahwa media sangat membantu dalam meningkatkan proses pembelajaran yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik. Uraian pada modul pertama tersebut, mudah-mudahan semakin memperluas wawasan khazah intelektual sehingga Anda betul-betul merasakan betapa pentingnya keberadaan media tersebut dalam kegiatan pembelajaran.

A. PENGERTIAN MEDIA DAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
       Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar (Arif Sadiman, dkk, 2012:6). Media dalam arti sempit berarti komponen bahan dan komponen alat dalam sistem pembelajaran. Dalam arti luas media berarti pemanfaatan secara maksimum semua komponen sistem dan sumber belajar di atas untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (M. Miftah, 2013). 

    Banyak batasan yang diberikan orang tentang media, sampai saat ini dalam dunia pendidikan belum didapatkan arti istilah media secara pasti dan standar. Biasanya orang memebatasi pengertian media dengan menekankan suatu maksud tertentu yang menjadi pokok pembiacaraan, walaupun pada dasarnya ada kesamaan pengertian. Ada beberapa pendapat tentang definisi media sebagai berikut:
1.  AECT (Association of Education and Communication Techonology, 1977) mengartikan media media sebagai segala bentuk yang digunakan untuk proses penyalur pesan atau informasi.
2.  NEA (National Education Association) dalam Arief Sadiman, dkk (2012) berpendapat bahwa media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya.
3.  Robert Hanick, dkk (1986) mendefinisikan media adalah sesuatu yang membawa informasi antara sumber (source) dan penerima (receiver) informasi.
4.  Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan peserta didik yang dapat merangsang peserta didik untuk belajar.

      Sementara pengertian dari Multimedia diambil dari kata multi dan media. Multi berarti banyak dan media berarti perantara. Multimedia yaitu media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafik, gambar, foto, audio, dan animasi secara terintegrasi. Multimedia secara umum merupakan kombinasi tiga elemen, yaitu suara, gambar dan teks (McCormick 1996). Selanjutnya menurut Turban, dkk (2002) Multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output dari data, media dapat audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar.

   Sedangkan, istilah pembelajaran atau pengajaran (ungkapan yang lebih banyak dikenal sebelumnya), adalah upaya untuk membelajarkan pebelajar. Membelajarkan berarti usaha membuat seseorang belajar. Dalam upaya pembelajaran terjadi komunikasi antara pebelajar (siswa) dengan pendidik, pembelajar atau pengajar (ungkapan yang lebih umum digunakan sebelumnya), sehingga proses pembelajaran seperti ini adalah sebagai bagian proses komunikasi antar manusia (dalam hal ini yaitu antara pembelajar dan pebelajar). Meskipun dapat saja terjadi komunikasi langsung antara pebelajar dengan bahan pembelajaran, di sana ada peranan multimedia pembelajaran.

B. FUNGSI DAN MANFAAT MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
   Fungsi utama multimedia pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata atau diciptakan oleh pendidik. Hamalik (1986) dalam Azhar Arsyad (2013:19) mengemukakan bahwa pemakaian multimedia pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap peserta didik. Selanjutnya Ibrahim dalam Azhar Arsyad (2013:20) berpendapat bahwa multimedia pembelajaran membawa dan membangkitkan rasa senang dan gembira bagi peserta didik dan memperbaharui semangat mereka, dan membantu memantapkan pengetahuan pada benak para peserta didik serta menghidupkan pembelajaran.
1.  Fungsi komunikatif. Multimedia pembelajaran digunakan untuk memudahkan komunikasi anatara penyampai pesan dan penerima pesan. Kadang-kadang penyampai pesan mengalami kesulitan manakala harus menyampaikan pesan dengan hanya mengandalkan bahasa verbal saja. Demikian juga penerima pesan, seirng mengalami kesulitan dalam menangkap materi yang bersifat abstrak.

2.  Fungsi motivasi. Dengan menggunakan multimedia pembelajaran diharapkan peserta didik akan lebit termotivasi dalam belajar. Dengan demikian pengembangan multimedia pembelajaran tidak hanya mengandung unsur artistik saja akan tetapi juga memudahkan meningkatkan gairah peserta didik untuk belajar.

3.  Fungsi kebermaknaan. Melalui penggunaan multimedia, pembelajaran akan bermakna, yakni pembelajaran bukan hanya dapat meningkatkan penambahan informasi berupa data dan fakta sebagai pengembangan aspek kogniotif tahap rendah, akan tetapi dapat meningkatkan kemampuan peserta didik untuk menganalisis dan menciptakan sebagai aspek kognitif tahap tinggi.

4.  Fungsi penyamaan persepsi. Melalui pemanfaatan multimedia pembelajaran, diharapkan dapat menyamakan presepsi setiap peserta didik, sehingga setiap peserta didik memiliki pandangan yang sama terhadap informasi yang disuguhkan.

5.  Fungsi individualitas. Pemanfaatan multimedia pembelajaran berfungsi untuk dapat melayani kebutuhan setiap individu yang memiliki minat dan gaya belajar yang berbeda.

    Berdasarkan uraian tersebut diatas, kita dapat melihat bahwa multimedia pembelajaran mempunyai fungsi sebagai komponen dari suatu sistem pembelajaran. Media merupakan komponen yang sama pentingnya dengan komponen yang lain.

C. PRINSIP - PRINSIP PENGGUNAAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
    Terdapat sejumlah prinsip yang harus diperhatikan dalam penggunaan multimedia pada proses pembelajaran (Wina Sanjaya (2012:75). Prinsip-prinsip tersebut diuraikan di bawah ini:
1.  Media atau multimedia digunakan dan diarahkan untuk mempermudah peserta didik belajar dalam upaya memahami materi pelajaran. Dengan demikian penggunaan media harus dipandang dari sudut kepentingan peserta didik.

2. Media yang akan digunakan oleh pendidik harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Media tidak digunakan sebagai alat hiburan, atau tidak semata-mata dimanfaatkan untuk mempermudah pendidik menyampaikan materi, akan tetapi benar-benar untuk membantu peserta didik belajar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

3. Media yang harus diganakan harus sesuai dengan materi pelajaran. Setiap materi pelajaran memiliki kekhasan dan kekompleksan. Media yang akan diguankan harus sesuai dengan kompleksitas materi pelajaran.

4.  Media pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan, dan kondisi peserta didik. Peserta didik yang memiliki kemampuan mendengar yang kurang baik, akan memahami pelajaran manakala digunakan media yang bersifat auditif. Demikian pula sebaliknya, peserta didik yang sulit menangkapa bahan pembelajaran yang disajikan melalui media visual.

5.  Media yang akan diguankan harus memerhatikan efektivitas dan efesiensi. Media memerlukan peralatan yang mahal belum tentu efektif untuk mencapai tujuan tertentu. Semikian juga media yang sangat murah belum tentu tidak memiliki nilai. Setaip media yang dirancang guru perlu memerhatikan efektivitas penggunaannya.

6. Media yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan pendidik dalam mengoprasikannya. Sering media yang kompleks terutama media-media mutakhir seperti media komputer, LCD, dan media elektronik lainnya memerlukan kemampuan khusus dalam mengoprasikannya.

D. CIRI - CIRI MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
     Untuk mengenali beberapa ciri multimedia pembelajaran Gerlach & Ely (1971) dalam Azhar Arsyad (2013:15) mengemukakan tiga ciri-ciri multimedia pembelajaran yaitu:
1.  Ciri Fiksiatif
Ciri fiksiatif ini memungkinkan multimedia dapat diatur sesuai keinginan pemakai serta kebutuhan, dan tujuan belajar yang ingin dicapai. Multimedia pembelajaran memiliki kemampuan untuk merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek. Banyak kejadian-kejadian penting atau objekobjek yang harus dipelajari oleh peserta didik. Kejadian-kejadian
itu tentu saja sering kali sudah berlalu, misalnya saja peristiwaperistiwa bersejarah yang terjadi di suatu negara. Peserta didik dapat mepelajari bagaimana peristiwa atau kejadian-kejadian itu melalui rekaman video dokumentasi, dan foto-foto. Objek-objek biotik ataupun abiotik yang unik dan harus dipelajari oleh peserta didik dapat dihadirkan dengan gampang diruang kelas dengan rekaman video atau foto. Peristiwa dan objek-objek pembelajaran dengan demikian dapat dihadirkan setiap waktu jika dikehendaki.

2.  Ciri Manipulatif
Ciri manipulatif ini memungkinkan multimedia dapat dimanipulasikan, misalnya dengan memperlambat atau mempercepat suatu peristiwa. Suatu peristiwa atau kejadian yang berlangsung berhari-hari bahkan bertahun-tahun dapat disajikan dalam waktu beberapa menit saja. Banyak peristiwa atau objek yang sulit diamati secara langsung dengan mudah diamati melalui media pembelajaran berupa rekaman video dan foto. Bayangkan, peserta didik dapat mempelajari bagaimana proses pertumbuhan dan perkembangan embrio di dalam kandungan ibu hanya dalam waktu 10 sampai 15 menit. Proses ini aslinya berlangsung selama 9 bulan di dalam tubuh ibu. Dengan bantuan teknologi khusus dan proses perekaman yang kemudian dilakukan manipulasi, waktu dapat dipersingkat dengan mempercepat dengan hanya menampilkan kejadian-kejadian penting saja. Selain itu, bahkan proses dapat diputar balik dan diulang-ulang. Kejadian yang berlangsung cepat juga dapat diperlambat. Teknologi telah menjadikan media pembelajaran mempunyai peranan yang amat penting untuk memberikan pemahaman akan suatu peristiwa atau objek bagi peserta didik.

3.  Ciri Distributif
Ciri ini memungkinkan multimedia dapat ditransportasikan sehingga keterbatasan ruang dapat diatasi. Dengan penggunaan media pembelajaran, kejadian atau objek pada suatu tempat dapat disebarkan ke tempat lain dengan mudahnya. Misalnya rekaman film dan foto, pada era digital sekarang dengan sangat mudah didistribusikan tanpa terkendala ruang dan waktu. Kejadian di daerah-daerah yang sulit atau bahkan tidak mungkin dikunjungi oleh siswa dapat dihadirkan di ruang kelas mereka tanpa memerlukan banyak usaha keras. Penggunaan internet atau perangkat penyimpan data seperti flashdisk, CD, dan sebagainya memudahkan bahan-bahan pembelajaran tersebut di distribusikan. Konsistensi informasi yang terdapat di dalamnya akan selalu terjaga sebagaimana aslinya.



ARTIKEL LAINNYA :



TERIMA KASIH....

Komentar